Pada saat ini, kita sering salah memahami arti sebenarnya dari kata Mesias dan Kristus sebagaimana yang telah ditulis oleh para penulis Alkitab. Kedua istilah ini berarti “diurapi.” Kedua kata ini, sama sekali tidak, menyiratkan keilahian atau ketuhanan. Hal ini menjadi sangat jelas ketika Anda menyadari bahwa Koresh, sang raja Persia, disebut sebagai “mesias” Yahuwah dalam kitab Perjanjian Lama.

Beginilah firman Yahuwah: “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi [H4899: mashiyach (messiah)], kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya; . . .

Yes. 45: 1a

Mesias/Kristus hanyalah gelar yang menyatakan pengurapan untuk tujuan khusus.

Mashiyach berarti “yang diurapi.”

  1. Mashiyach adalah sebuah kata yang penting untuk memahami baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, ini adalah kata yang memberi kita istilah mesias.
  2. Kata mashiyach menyiratkan pengurapan untuk jabatan atau fungsi khusus.
  3. Karena itu, Daud menolak untuk menyakiti Saul karena Saul adalah “orang yang diurapi Tuhan” (1 Samuel 24: 6)
  4. Gelar Kristus dalam Perjanjian Baru berasal dari bahasa Yunani Christos yang persis sama dengan gelar mashiyach dalam bahasa Ibrani, karena itu juga berakar pada gagasan ‘mengolesi dengan minyak.’ Jadi istilah Kristus menekankan pengurapan khusus Yesus dari Nazareth untuk perannya sebagai orang yang dipilih Tuhan. (The New Strong’s Expanded Dictionary of Bible Words)

Kapan/mengapa Yahushua disebut “Anak Yahuwah”?

“Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Eloah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, anak Yahuwah.”

Lukas 1:35

Yahushua disebut “Anak Yahuwah” karena ia dikandung dalam rahim Maria melalui kuasa Roh Kudus yang menaunginya. Firman Yahuwah yang kekal, yang dikandung dalam rahim sang perawan itu, secara harfiah telah menjadi manusia (Yoh. 1:14).

Kejadian ajaib inilah yang dinubuatkan pemazmur sekitar 1.000 tahun yang lalu. Yahushua, Mesias yang dijanjikan, keturunan Daud dan sang pewaris takhta, harus benar-benar diperanakkan pada waktu tertentu dalam waktu yang fana ini.

“Aku mau menceritakan tentang ketetapan Yahuwah; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.”

Mazmur 2: 7-9

Alkitab tidak mengajarkan bahwa Yahushua sudah ada di Surga sebelum dia menjadi janin di perut Maria.

Apakah Yahushua bersifat “ilahi”?

Pertanyaan ini telah menyebabkan kebingungan di antara banyak orang karena makna “ilahi” belum jelas digambarkan.

Kamus Webster mendefinisikan “ilahi” sebagai:

1. agama
a: dari, berkaitan dengan, atau berasal langsung dari Tuhan atau dewa
b: bersifat ketuhanan

Jika pertanyaannya adalah, “Apakah Yahushua berasal langsung dari Yahuwah?” (Definisi 1a), maka jawabannya adalah ya. Dia berasal dari Yahuwah; dia adalah firman Yahuwah yang menjadi manusia. (Namun, dia tidak memiliki keberadaan sebelum dia dikandung secara ajaib di dalam rahim Maria.)

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaannya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadanya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Yohanes 1:14

Kata Yahushua kepada mereka: “Jikalau Yahuwah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi aku, sebab aku keluar dan datang dari Yahuwah. Dan aku datang bukan atas kehendakku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus aku.

Yohanes 8:42

Jika pertanyaannya adalah, “Apakah Yahushua adalah Tuhan?” (Definisi 1b), maka jawabannya adalah tidak. Yahushua adalah keturunan Daud yang dijanjikan itu, seorang manusia yang lahir dari seorang perawan melalui karya ajaib roh Yahuwah.

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa El Yang Mahatinggi akan menaungi engkau;
sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, anak Yahuwah.

Lukas 1:35

“Tentang anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitannya dari antara orang mati….”

Roma 1: 3-4

Setelah Saul disingkirkan, Yahuwah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Yahuwah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Yahuwah telah membangkitkan juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yahushua.

Kis. 13: 22-23

Apa maksud Alkitab ketika mengatakan bahwa Yahushua adalah seorang “manusia”?

Maksudnya sudah seperti itu apa adanya. Yahuwah, Bapa Surgawi kita, tidak pernah disebut sebagai “manusia.” Banyak orang Kristen yang tulus mengajarkan bahwa Yahushua adalah 100% Yahuwah dan 100% manusia. Ini sama sekali tidak masuk akal, dan tidak dapat ditemukan di manapun dalam Alkitab.

Tetapi karunia Yahuwah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Yahuwah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yahushua Kristus.

Roma 5:15

Karena Eloah itu esa dan esa pula dia yang menjadi pengantara antara Eloah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yahushua.

1 Tim. 2: 5

[Perhatikan bahwa “manusia Kristus Yahushua” dengan jelas disebutkan terpisah dari “Eloah yang esa” itu].

“Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang manusia [Yahushua] yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.”

Kis. 17:31

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yahushua dari Nazaret, seorang manusia yang telah ditentukan Yahuwah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Yahuwah dengan perantaraan dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

Kis. 2:22

Perhatikan baik-baik pernyataan Petrus pada ayat terakhir di atas. Petrus mengatakan bahwa Yahushua adalah “seorang manusia yang telah ditentukan Yahuwah”. Petrus tidak mengatakan bahwa Yahushua adalah Yahuwah. Ini sejalan dengan pernyataan Paulus bahwa Yahushua adalah seorang “manusia” yang telah “ditentukan Yahuwah.” (Kis. 17:31)

Apakah ada dua Tuhan?

Banyak orang, yaitu orang yang mengakui bahwa Alkitab membuat perbedaan yang jelas antara Bapa dan anak dan mengakui bahwa mereka adalah pribadi/makhluk yang berbeda, namun masih berpegang teguh pada gagasan bahwa Yahushua adalah sang wakil-pencipta dan sudah ada sebelumnya di Surga sebelum kelahirannya di Betlehem. Namun, gagasan semacam ini memberi kita sebuah kontradiksi yang nyata.

Alkitab menjelaskan bahwa Yahuwah sendiri adalah Pencipta dan satu-satunya El yang benar. Yahuwah itu echad (esa/satu).

Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yahushua dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yahushua memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepadanya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yahushua: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Yahuwah Elohim kita, Yahuwah itu esa. Kasihilah Yahuwah, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Markus 12: 28-30

Beginilah firman Yahuwah, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; “Akulah Yahuwah, yang menjadikan segala sesuatu, yang membentangkan langit sendirian, yang menghamparkan bumi dengan diri-Ku sendiri…

Yes. 44:24

Penolakan pada kebenaran yang sudah dinyatakan secara jelas ini telah menjadi penyebab utama orang-orang Yahudi dan Muslim menolak Injil. Yahuwah itu satu. Dialah satu-satunya Eloah. Dialah satu-satunya Pencipta. Doktrin Tritunggal dan Dwitunggal yang keliru ini dengan segera ditolak oleh orang-orang Yahudi dan Muslim yang tulus karena keduanya tahu bahwa Eloah itu satu. Akibatnya, telinga mereka tertutup bagi kebenaran yang memberi kehidupan sebagaimana yang ada di dalam Yahushua dan mereka tidak dapat memahami anugerah belas kasihan Yahuwah yang mulia dalam berita injil.

One thought on “Kristus dalam pandangan orang Ibrani”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *